Ketahui Cara Membuat Aplikasi Penunjang Digitalisasi UMKM dengan Mudah

Digitalisasi-UMKM-Blog.jpg

Memasuki pertengahan tahun 2023, UMKM difungsikan sebagai modal dalam ekosistem pengembangan ekonomi nasional. Seperti yang dikatakan oleh Menko Airlangga dalam kutipan siaran persnya pada 21 Maret 2023 lalu; “Potensi UMKM menjadi modal dalam ekosistem pengembangan ekonomi”. Pernyataan ini didukung oleh data dalam siaran pers tersebut yang menunjukan bahwa UMKM berkontribusi terhadap 60,51% PDB (Produk Domestik Bruto) dan berhasil menyerap hampir 96,92% dari total tenaga kerja nasional. Tidak heran jika UMKM pernah dinobatkan sebagai pahlawan kebangkitan ekonomi oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno di tahun 2022 lalu.

 

Pertumbuhan UMKM yang pesat tidak lepas dari pengaruh tren digital imbas pandemi covid-19 lalu, di mana hampir semua sektor bisnis dipaksa beralih ke sistem digital. Buktinya, per Desember 2022 lalu, sebanyak 20,76 juta UMKM sudah pindah ke sistem digital. Angka ini diharapkan terus bertambah sebagaimana ditargetkan dalam tahun 2023 akan ada tambahan 4 juta UMKM pindah ke sistem digital, dan pada tahun 2024 akan ada 30 juta UMKM pindah ke sistem digital. Melihat tren digital ini, Menko Airlangga menambahkan bahwa UMKM harus terus didorong untuk memasuki ekosistem bisnis digital dan siap memberi dukungan penuh untuk digitalisasi UMKM ini.

 

Lalu, apa yang disebut digitalisasi UMKM itu dan bagaimana memulainya?

 

Dilansir dari laman OCBC NISP, digitalisasi UMKM adalah perubahan dalam mengelola bisnis dari sistem konvensional ke digital. Perubahan ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional suatu bisnis. Dengan digitalisasi ini, para pelaku UMKM dapat memantau cash flow bisnis, memperoleh bahan baku, hingga mengatur keuangan secara online. Dapat disimpulkan bahwa digitalisasi UMKM bisa mendukung kelancaran proses keseluruhan suatu bisnis.

 

Kebanyakan UMKM akan menjajakan produk yang mereka jual lewat aplikasi bisnis yang didesain khusus menyesuaikan bisnis yang dilakoni. Dalam proses membuat aplikasi,biasanya para pelaku bisnis terbentur dengan biaya pembuatan aplikasi dengan metode sewa developer yang mahal dan keahlian coding yang tidak mumpuni.

 

Namun, di era ini para pelaku UMKM bisa belajar sendiri cara membuat aplikasi untuk mendukung kelancaran proses keseluruhan bisnisnya. Contohnya, para pelaku UMKM bisa membuat aplikasi tanpa coding bisnis penunjang dengan platform AppFibr.

 

 

Cara membuat aplikasi menggunakan platform AppFibr

 

Untuk membuat aplikasi bebas coding dengan AppFibr, berikut ini adalah cara membuat aplikasi yang dapat kamu lakukan untuk membangun aplikasi penunjang UMKM yang sedang kamu jalani:

 

  1. Siapkan Data Bisnismu
    Kamu perlu mempersiapkan data dalam bisnismu untuk diimplementasikan ke dalam sistem AppFibr. Kamu bisa memilih untuk memasukan data dalam bentuk tautan Google Spreadsheet atau memasukkannya secara manual di sistem AppFibr. Data ini kemudian bisa kamu sunting dan sesuaikan kemudian jika perlu ada perubahan. Platform ini membutuhkan data bisnismu untuk dijadikan tampilan deskripsi, foto, nama produk, dan detail lainnya dalam aplikasi kelak.

 

  1. Pilih Desain Aplikasi
    Setelah kamu berhasil memasukkan data bisnismu, kamu bisa memilih dan merancang sendiri desain aplikasi bisnismu. Namun, jika kamu memiliki kesulitan untuk mengoperasikan dan merancang desain secara otodidak, kamu juga bisa memilih salah satu dari delapan template desain aplikasi yang ada di dalam platform AppFibr. Pilihlah desain yang menurutmu paling cocok untuk bisnis yang kamu bangun agar meningkatkan kesan totalitas pada calon konsumen.Kamu juga bisa menyunting desain dari template yang kamu pilih seperti mengatur tampilan grid atau list, mengubah deskripsi produk, menambahkan foto, dan lainnya. Pastikan semua komponen desainnya sudah sesuai dan tepat dengan rancangan yang kamu inginkan sebelum lanjut ke langkah selanjutnya.

 

  1. Publikasikan dan Bagikan Aplikasi Buatanmu

    Langkah terakhir yang tidak boleh kamu lupakan setelah selesai membuat desain aplikasimu adalah mempublikasikan dan membagikan aplikasi buatanmu. Kamu bisa upload aplikasi ke Playstore agar bisa digunakan oleh banyak orang. Bila aplikasimu sudah digunakan dalam menjalani bisnis, AppFibr akan melakukan bagian pembaharuan dan pemeliharaan. Sehingga, kamu tidak perlu repot untuk selalu cek ulang aplikasimu. 

     

 

Keunggulan menggunakan aplikasi bisnis

 

Saat aplikasimu beralih ke sistem digital menggunakan aplikasi bisnismu sendiri, kamu bisa mendapat beberapa keuntungan seperti berikut:

 

  1. Transaksi Mudah dan Efisien

    Di era belanja online, bentuk transaksi juga menyesuaikan menjadi online untuk mendukung kemudahan kegiatan berbelanja. Selain itu, tidak akan ada lagi salah hitung atau salah nominal saat transaksi karena semua sudah terintegrasi secara online.

 

  1. Jangkauan Pasar Lebih Luas
    Dengan perkembangan kecepatan internet yang pesat, produk bisnismu bisa dikenali banyak orang lebih cepat dan jauh. Jangkauan pasar yang luas inilah yang bisa meningkatkan penjualanmu. 

 
  1. Cepat dan Murah
    Saat semua dilakukan dengan online, dana operasional untuk menjalankan bisnis dapat diminimalkan.

 

  1. Meningkatkan Pendapatan
    Keuntungan paling utama dalam proses digitalisasi UMKM adalah meningkatkan pendapatan. Dengan tersedianya akses pembayaran secara digital, konsumen akan lebih mudah bertransaksi. Selain itu, pengelolaan keuangan juga menjadi lebih efektif. Oleh karena itu, hasil dari proses digitalisasi UMKM akan semakin optimal dan bisa meningkatkan keuntungan serta pendapatan.

 

Perkembangan sistem informasi dan teknologi ini tentu mempermudah proses digitalisasi UMKM di Indonesia. Sebagai modal dalam ekosistem perkembangan ekonomi nasional, UMKM diharapkan akan terus berkembang dan mendapat dukungan dari berbagai pihak. Tiap pelaku UMKM juga diharapkan bisa mempelajari cara membuat aplikasi bisnis dalam rangka migrasi ke sistem digital yang akan memperbaiki pendapatan dan perekonomian nasional. Mulai dari langkah kecil ke dunia digital, bisnis semakin berkembang. 

 

Ditulis oleh: Alam Rizkiyansah

Share Article

More Article